Penulis: laporan Mawardi Batam | Kamis, 23 Januari 2014 - 18:05:36 WIB
Mantan Kepala Bandara Hendro Harijono Diperiksa Kejaksaan Diduga Terlibat Korupsi

Kategori: KORUPSI - Dibaca: 1464 kali

BATAM, RAKYAT MEDIA.COM-Berkat kejelian Kejaksaan Negeri Batam menelusuri kasus dugaan korupsi yang terjadi di kantor Bandara Hang Nadim Batam, akhirnya terungkap juga salah satu proyek pengadaan barang dan jasa yang terindikasi korupsi.

Tak tanggung tanggung dugaan korupsi yang menguap di instansi ini nilainya mencapai Rp10 miliar. Modus dugaan korupsi yang terjadi terkait penyimpangan pelaksanaan proyek pembelian mesin genset dan lampu runway Bandara Hang Nadim pada tahun anggaran 2013

Dalam kasus ini sejumlah pejabat BP Batam dan kantor Bandara Hang Nadim yang terlibat dalam pelaksanaan proyek tersebut telah diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Batam. Salah satu diantaranya mantan Kepala Kantor Bandara Hang Nadim Hendro Harijono, Kamis pagi (23/1) tampak berada di ruangan penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) kantor Kejaksaan negeri Batam di Batam Centre.

Hendro Harijono merupakan orang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan proyek pengadaan genset dan runway dengan nilai proyek Rp10 miliar. Dimana dalam pelaksanaannya proyek tersebut menyimpang dari ketentuan terutama genset yang dibeli merupakan barang seken, demikian juga lampu runway kabarnya tidak sesuai dengan spesifikasi teknik.

Menurut sumber media ini di Kejaksaan negeri Batam mengungkapkan, dari sejumlah pejabat Kantor Bandara Hang Nadim yang diperiksa penyidik Kejaksaan tersebut, dalam waktu dekat kabarnya ada tiga oknum yang terlibat bakal dijadikan tersangka,ungkap sumber

Kepala Kejakswaan Negeri Batam Yusron kepada wartawan mengatakan, pihaknya hingga kini masih terus mengumpulkan bukti adanya korupsi di tubuh kantor Bandara Hang Nadim, terkait kasus ini, pihaknya juga telah memanggil sejumlah saksi baik dari pejabat BP Batam maupun kantor Bandara hang Nadim.

“Pihaknya masih mengumpulkan bukti dan data dari saksi yang kita minta keterangannya, selain itu, pihaknya juga telah memeriksa dua pejabat BP Batam, namun saya lupa siapa namanya,’kata Yusron

Dikatakan Yusron, para saksi yang diperiksa tetap bersikeras kepada penyidik Kejaksaan mereka sudah bekerja sesuai prosedur. Karena itu,Kejaksaan rencananya akan menyita dokumen yang berhubungan dengan pengadaan genset dan lampu runway dari kantor BP Batam.

“Mereka mengaku tidak tahu dan ada juga yang mengaku sudah bekerja sesuai prosedur. Merweka bersikeras. Tapi Kejaksaan akan menyita dokumen dari BP Batam. Ya, terkait pengadaan genset dan runway tersebut,”ujar Kajari.

Yusron menjelaskan, tak Cuma itu, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan pengumpulan data sementara,pihaknya sudah menemukan pihak yang bertanggung jawab atas pengadaan barang tersebut. Hanya Yusron belum bersedia menyebut nama oknum yang terlibat dan akan ditetapkan menjadi tersangka.

“Saat ini belum ada tersangkanya, tetapi sudah mengarah kesana, kita kumpulkan dulu bukti dan datanya. Pihaknya akan evaluasi sebelum menetapkan tersangka. Yang jelas tinggal menunggu waktu saja,”tegasnya.

Kasus pengadaan genset seken dan runway Bandara Hang Nadim Batam telah lama menjadi sorotan berbagai pihak. Pihak Kejaksaan menduga ada penyimpangan dalam pengadaan genset dan runway tahun 2013 senilai Rp10 miliar tersebut.

Sayangnya, informasi yang diterima media ini dari sumber di Kejaksaan, kasus yang cukup mendapat perhatian publik ini disebut sebut bakal senyap ditelan bumi. Sebab, lima oknum pejabat Bandara Hang Nadim yang diduga terlibat dalam kasus ini mulai kasak kusuk di Kejaksaan Negeri Batam dan kabarnya sudah menyiapkan segepok uang untuk menutup kasus ini agar proses hukumnya dihentikan, ungkap sumber yang minta tidak ditulis namanya dalam berita ini.(rm/red)

 

 




0 Komentar :

Copyright © 2012 RakyatMedia.com. All rights reserved BR.