Penulis: | Sabtu, 20 Oktober 2012 - 03:14:28 WIB
PEREDARAN NARKOBA MARAK DI BATAM
Aparat Penegak Hukum Tutup Mata
Kategori: HUKUM - Dibaca: 1130 kali

Batam, (RAKYAT MEDIA) - Pemberantasan narkoba oleh aparat penegak hukum khususnya jajaran Kepolisian Polda Kepri di Batam, dua tahun terakhir ini boleh dibilang cukup gencar dan patut diberikan apresiasi. 

Berdasarkan catatan media ini pada tahun 2010 lalu pihak kepolisian jajaran Polda Kepri beberapa kali telah berhasil mengungkap jaringan pengedar dan pemakai sekaligus menangkap para pelaku di sejumlah tempat di Pulau Batam.

Namun sayangnya, terkait maraknya peredaran narkoba di sejumlah tempat hiburan di Batam pihak kepolisian terkesan tutup mata. Sejauh ini belum diperoleh keterangan apakah pihak kepolisian setempat tidak mengetahui disejumlah tempat hiburan dijadikan basis peredaran barang haram tersebut

Informasi diterima Media ini menyebutkan, saat ini ada sejumlah tempat hiburan yang dijadikan peredaran narkoba sejenis pil ecstasy. Diantaranya adalah Diskotik Planet 1,2 dan 3 serta diskotik Pasifik. Peredaran barang haram di tempat hiburan ini cukup bebas dan dijual secara terang terangan kepada pengunjung.

Peredaran barang haram yang merusak generasi penerus bangsa di sejumlah diskotik sudah berlangsung cukup lama. Untuk diskotik Planet kabarnya di koordinir oleh Basri, sementara diskotik Pasifik dikoordinir oleh Akau. 

Maka tidak heran, dengan maraknya peredaran pil setan ditempat hiburan yang berlokasi persis dipinggir laut Sei.Jodoh dan di Jodoh tersebut setiap malam tempat hiburan ini cukup ramai pengunjung.

Bahkan, omset penjualan pil setan tiap malam bisa mencapai 1.000 sampai 2.000 butir. Apalagi pada malam tertentu seperti malam jumat hingga malam minggu omset penjualan bisa dua kali lipat dari malam biasa. 

Barang haram tersebut dijual perbutir berpariasi tergantung jenis barang, biasanya harga per butir dari mulai Rp.200.000 hingga Rp.250.000 per/butir.

Bagi pengujung yang berminat untuk mendapatkan barang haram tersebut, didalam diskotik tidak begitu sulit, pengunjung cukup menghubungi pelayan diskotik atau waiter baik pria maupun wanita. Dalam waktu hitungan menit pil setan yang dapat membuat pengunjung seperti orang gila sudah bisa dinikmati dengan minuman air mineral.

Sebagian besar para pengunjung yang suka dugem dan menggeleng gelengkan kepala di tempat hiburan cukup ternama di kota Batam ini umumnya kaula muda. Mereka ini kebanyakan para pekerja dari berbagai perusahaan industri yang ada di Pulau Batam. Bahkan, tempat hiburan ini juga kabarnya sering menyuguhkan penari telajang, ungkap sumber yang minta tidak disebut namanya dalam berita ini.

Pulau Batam yang berbatasan dengan Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, sangat terbuka dan sering dimanfaatkan oleh jaringan sindikat narkoba internasional untuk menyeludupkan berbagai jenis narkotika ke Indonesia melalui Batam. Seperti beberapa kali yang berhasil ditangkap oleh aparat Kepolisian setempat barang baram tersebut berasal dari Malaysia.

Kepala Bagian Humas Polda Kepri AKBP Hartono, belum berhasil di konfirmasi lantaran ketika hendak ditemui wartawan media ini untuk konfirmasi terkait maraknya peredaran narkoba disejumlah tempat hiburan di Batam tidak berada di tempat. Menurut salah seorang staf di ruangan bagian humas AKBP Hartono sedang keluar daerah.
(MWD)








0 Komentar :

Copyright © 2012 RakyatMedia.com. All rights reserved BR.