Penulis: | Minggu, 27 Januari 2013 - 18:02:22 WIB
Proyek APBD Tahun 2012 Digarap Sendiri oleh Bupati Kampar Dan Keluarga

Kategori: PERISTIWA - Dibaca: 495 kali

BANGKINAN, Rakyat Media-Ketamakan Bupati Kampar JN dan keluarga benar benar menjadi gujingan masyarakat Kabupaten Kampar. Betapa tidak, baru satu tahun JN memimpin Kabupaten Kampar, kembali beredar rumor dan cerita miring yang tak sedap didengar telinga. Selain JN dituding sebagai Bupati “Diktator”, beredar isu berbagai dugaan korupsi yang dialamatkan kepada dirinya.

Konon belakangan ini juga berkembang rumor bahwa kegiatan berbagai proyek pada tahun 2012 di Kabupaten Kampar, digarap sendiri oleh JN, beserta Istri dan anaknya. JN lupa dengan pengalaman pahit ketika dilengserkan oleh para tokoh masyarakat akibat sikapnya yang arogan dan dinilai rakus saat memimpin Kabupaten Kampar pada tahun 2009.

Namun ketika kembali terpilih menjadi Bupati Kampar, berbagai pihak juga merasa kecewa, kesal dan marah dengan gaya kepemimpinannya saat ini, dimana JN tidak komit dengan janji janji politiknya terhadap masyarakat maupun kepada Wakilnya Ibrahim Ali.SH.

Padahal dalam kampanye saat mencalonkan diri berpasangan dengan Ibrahim Ali tahun lalu. JN, berjanji kepada wakilnya akan menjalankan amanah tersebut dengan sebaik baiknya, termasuk pembagian tugas dalam menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Kampar.

Tetapi janji hanya tinggal janji, nyatanya JN jalan sendiri, semua kebijakan dan tugas Pemerintahan dimonopoli. Dari tugas wakil Bupati, Sekda hingga Staf biasa, semua jabatan ini dipegang Bupati. Pelaksanaan tugas tugas pemerintahan sang Bupati ini hanya berkoordinasi dengan istrinya EY yang juga Wakil Ketua DPRD Kampar. Seperti yang diungkapkan sumber Rakyat Media belum lama ini di Bangkinang, bahwa Ibrahim Ali selaku wakil bupati saat ini sama sekali tidak diberikan wewenang apapun untuk menjalankan tugas.

Semua tugas pemerintahan, kata sumber, langsung diambil alih oleh Bupati. Lebih lanjut sumber itu menjelaskan, ketika Bupati beserta istri dan anaknya berangkat jalan jalan ke Inggris selama 10 hari dengan menggunakan dana APBD Kampar, pelaksanaan tugas sehari hari tidak dilimpahkan kepada wakil bupati. Gilanya lagi, pegawai dan para kepala dinas Kabupaten Kampar dilarang masuk ke ruangan kerja wakil bupati. “Anda bisa lihat sendiri, ruangan kerja wakil bupati dipasang CCTV untuk memonitor siapa saja yang bertamu ke ruangan wakil bupati.

Apabila staf, pegawai dan Kepala dinas berani bertamu ke pak wakil, mereka langsung dipanggil dan kemudian dipindahkan. Anehnya lagi, ada kepala dinas selama delapan bulan empat kali diganti. Salah satu adalah Basrun,” ungkap sumber Sumber itu menambahkan, sebenarnya wakil bupati dengan Bupati Jefri Noer, sebelumnya tidak ada masalah.

Hanya, Bupati yang merasa ketakutan dengan wakilnya, lantaran ketika mereka terpilih, berbagai tokoh dan masyarakat lebih banyak berkunjung ke ruangan wakil bupati dan pada di ruangan bupati. “Satu bulan mereka terpilih, tiah hari ruangan kerja wakil bupati terus ramai dikunjungi berbagai kalangan masyarakat. Bahkan, kepala dinas hingga staf lebih senang berkoordinasi dengan wakil dari pada sama bupati.

Dari sini awalnya, Bupati tidak senang dengan wabup, kemungkinan Bupati takut tergeser jabatannya,” jelas sumber. Dikatakan sumber, sudah lebih satu tahun Ibrahim Ali menjabat sebagai Wakil Bupati Kampar, tidak pernah Bupati JN, mendelegasikan tugas kepada Ibrahim Ali selaku Wakil Bupati. Kalaupun ada Wabup menghadiri suatu acara di instansi lain, itu hanya undangan pribadi lantaran pimpinan di Instansi tersebut baik dengan Wakil Bupati Ibrahim Ali. “Jatah mobil dinas juga tidak diberikan, padahal mobil untuk Bupati, Wakil Bupati dan ketua DPRD Kampar sudah dianggarkan, untuk mobil Bupati seharga Rp1,6 miliar, mobil Wakil Rp1,2 Miliar dan untuk ketua DPRD Rp1,3 Miliar. Tetapi, hanya mobil Bupati dan Ketua DPRD yang dibelikan mobil baru.

Sementara, mobil dinas untuk wakil bupati hanya dikasi jatah mobil lama,” kata sumber yang minta tidak ditulis namanya dalam berita ini. Bukan itu saja, ujar sumber, uang spj dan berbagai tunjangan lainnya untuk wakil Bupati sampai saat ini tidak dikeluarkan. Bahkan, ajudan dan supir pribadi Wabup ditarik oleh Bupati.

Ajudan Adi dan supir yang dipakai saat ini, kabarnya tanggungjawab pribadi Wabup. ”Satpol PP yang menjaga rumah dinas juga dijadikan sebagai mata mata, untuk memonitor siapa saja yang datang ke rumah dinas Wabup,”ujar sumber. Sumber itu juga menyebutkan, kebobrokan kepemimpinan JN, tidak hanya masalah dirinya yang berseteru dengan Wakil Bupati Ibrahim Ali. Tetapi, ketamakan JN ingin menguasai dan mengambil alih seluruh kekuasaan di Pemerintahan di Kabupaten Kampar. Khususnya, jabatan Wakil Bupati yang saat ini dijabat oleh Ibrahim Ali, sempat dibekukan, demikian juga Sekretaris daerah (Setdakab) yang dijabat Azwan, juga dialihkan kepada Asisten I, hingga ini Azwan mengundurkan diri dari sekda, tudingan jual beli jabatan dan hingga menguasai berbagai proyek yang dibiayai oleh APBD kampar.

JN juga memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi dan keluarganya, ini bisa dilihat bagaimana dirinya memanfaatkan dana APBD Kampar untuk lembaga Diklat pribadinya. Diduga miliaran rupiah dana APBD Kampar mengalir ke kantong pribadinya dengan dalih meningkatkan kualitas sumber daya petani.

Selain modus mengeruk uang APBD ke lembaga diklat pribadinya, JN juga memanfaatkan kekuasaannya untuk jual beli jabatan dan peluang bisnis kepada anaknya. Sang Bupati ini menutup sejumlah usaha galian C di Kampar. Tetapi disisi lain, usaha galian C milik pribadi atau anaknya tetap leluasa beroperasi. (rm/mwd/rud)




0 Komentar :

Copyright © 2012 RakyatMedia.com. All rights reserved BR.