Penulis: | Sabtu, 15 Desember 2012 - 01:43:45 WIB
Empat Tahun Jadi Bupati Langkat Terungkap Dugaan Korupsi Rp53,9 M

Kategori: HUKUM - Dibaca: 4522 kali

LANGKAT, Rakyat Media-Empat tahun Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu.SH memimpin sebagai Kepala Daerah Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, terungkap sebanyak Rp53,9 miliar dugaan korupsi di Pemerintahan Kabupaten Langkat. Hal ini diketahui berdasarkan dari hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan {BPK} RI selama empat tahun yakni sejak tahun 2008 hingga tahun 2011.
 
Keterangan diterima media ini mengungkapkan,dugaan korupsi yang terjadi dari berbagai kegiatan yang dibiayai dari dana APBD Kabupaten Langkat mencapai Rp53.967.999.844. Dimana berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI dari mulai tahun 2008-2011 Pemerintah Kabupaten Langkat dinyatakan tidak dapat diyakini kewajarannya.
 
Sumber Rakyat Media mengungkapkan, untuk Tahun Anggaran 2008 sesuai hasil Audit Utama Keuangan Negara V Perwakilan BPK-RI Provinsi Sumatera Utara Nomor :46B/S/XVIII.MDN/08/2009 Tanggal : 03 Agustus 2009, tercatat angka indikasi kerugian sebesar lebih kurang Rp 12.342.049.676.89,- diantaranya pada Dinas Pekerjaan Umum saat dijabat Ir.Herdianul Zally sekarang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Pemkab Langkat tentang adanya Harga Satuan Pekerjaan Dalam kontrak pada Dinas Pekerjaan Umum Kab.Langkat diperhitungkan lebih tinggi dari angka yang sebenarnya yakni Rp 1.945.068.961.55.
 
Dimana pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan priodik dan peningkatan jalan dengan menggunakan bahan material hotmix disinyalir telah terjadi pemborosan keuangan daerah minimal sebesar Rp 980.854.000.00,- dalam pelaksanaan terdapat pekerjaan pada dinas PU dilaksanakan tidak sesuai dengan bestek atau kontrak sebesar Rp 1.062.814.594.15. Lebih jauh sumber menyebutkan, untuk Tahun Anggaran 2009 berdasarkan hasil pemeriksaan BPK-RI perwakilan Provinsi Sumatera Utara Nomor :100/S/XVIII.MDN/05/2010 tanggal 21 Mei 2010 diindikasikan adanya dugaan penyelewengan sehingga merugikan APBD Kabupaten Langkat tahun 2010 mencapai Rp 18.868.717.390.99.Dimana Dinas PU langkat yang dijabat Plt Ir.Bambang Irawadi, dimana dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan terdapat kekurangan volume/fisik pekerjaan dibeberapa kegiatan belanja barang sehingga terindikasi terjadi kerugian negara sebesar Rp 674.103.826.28. Kemudian dilain pihak juga terdapat kekurangan volume/fisik pekerjaan pada beberapa pengerjaan sehingga terindikasi merugikan keuangan daerah sebesar Rp 135.958.644.20.
 
Selain itu dugaan korupsi keterlambatan denda yang belum dikenakan kepada kontraktor sebesar Rp 165.778.330.56. Serta terdapat kekurangan volume pekerjaan yang berindikasi merugikan keuangan daerah sebesar Rp 75.433.136.16. Belum lagi belanja bantuan sosial {Bansos} sebesar Rp 1.766.298.000.00 yang tidak sesuai peruntukan dan diantaranya sebesar Rp 32.250.000.00 berindikasi disalah gunakan, serta Rp 478.000.000,00 yang tidak didukung bukti memadai.
 
Kemudian berdasarkan hasil Audit Tahun 2010 Nomor : 196B/S/XVIII.MDN/05/2011, tanggal 27 Mei 2011 ditemukan indikasi kerugian keuangan daerah sebesar Rp 10.984.085.001 diantaranya kekurangan pekerjaan fisik sejumlah kegiatan proyek dinas PU sebesar Rp 1.212.225.610.96 yang disinyalir merugikan keuangan daerah (Kadis Ir.Bambang Irawadi) serta SKPD lainnya. Juga terjadi lagi berulang pada TA 2011 dimana hasil pemeriksaan BPK-RI tahun 2011 Nomor : 47/S/XVIII.MDN/01/2012, tgl 27 januari 2012 ditemukan indikasi kerugian keuangan rakyat langkat sebesar Rp 11.773.147.642,99.
 
Diantaranya yakni pekerjaan tiga paket pemeliharaan priodik jalan dinas PU dilaksanakan tidak sesuai spesifikasi sebesar Rp 976.194.080.00. Pada komposisi gregat lapis pondasi atas kelas A pada pekerjaan pengaspalan jalan lingkungan simpang kampung pasir Kel.Hinai Kiri Kec.Secanggang tidak memenuhi spesifikasi sebesar Rp 136.587.082.50. Pengaspalan jalan Pamah Tambunan ujung bandar sepanjang 750m X 3,5m desa ujung bandar kecamatan salapian tidak sesuai spesifikasi teknis sebesar Rp 67.117.074,00 dan terjadi kekurangan volume sebesar Rp 14.362.480,29 dan SKPD lainnya, sebut sumber media ini Sumber itu menambahkan, berdasarkan i hasil audit BPK-RI dari tahun 2008-2011 sesuai hasil kalkulasi dengan nilai yang cukup fantastis sebesar Rp 53.967.999.844. bahwasanya jumlah temuan ini terjadi dimasa kepemimpinan H.Ngogesa Sitepu SH. Selama empat tahun menjabat sebagai Bupati Langkat. Kalau kita kroscek dan membandingkan dengan kerugian negara yang dilakukan mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin mulai tahun 2000-2007 sebesar Rp 98,7 Milyar dengan indikasi temuan BPK masa kepemimpinan H.Ngogesa Sitepu.SH nilainya cukup signifikan.
 
Belum lagi dikalkulasikan tentang indikasi suap penerima CPNS tahun 2009, indikasi memperkaya diri dengan penyelenggaraan AKBID serta indikasi suap pengangkatan Dosen AKBID, indikasi penggelapan pajak di Dinas pendapatan dan indikasi Fee Proyek. Oleh karena itu, berbagai kalangan di Kabupaten Langkat mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi yang terjadi di tubuh Pemerintahan Kabupaten Langkat. Memeriksa dan menyidik indikasi korupsi dan indikasi penyalahgunaan wewenang Bupati Langkat H.Ngogesa Sitepu.SH selaku Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah(PKPKD) serta orang yang paling bertangguang jawab atas apa yang terjadi dengan Pemerintahan Kab.Langkat saat ini, sebut sumber yang minta tidak ditulis nama dalam berita ini. {rm/supriadi}



49 Komentar :

mukmin
23 Desember 2012 - 23:16:43 WIB

berita2 negatip yang ditujukan kepada bapak Bupati yg mencuat akhir2 ini,adalah merupakan tanda2 tuhan sedang menguatkan hambanya utk tegar dan shabar,
depinisi shabar/ tdk lemah=kuat.tdk lesu=energi .tdk mundur karena itu= tetap maju alias ULET dan tuhan yg maha esa selalu menyertai orang2 yang shabar.
Sulistiawati Pangkalan Susu
19 Desember 2012 - 20:10:28 WIB

saya tinggal di Pangkalan Susu, sebagai masyarakat awam saya menilai Bupati langkat sekarang, kurang dekat dengan masyarakat. Demikian juga pembangunan di Langkat lebih banyak berada di daerahnya.
Amran Pangkalan Brandan
19 Desember 2012 - 20:00:25 WIB

Sudah beberapa orang Bupati Langkat silih berganti, tapi pembangunan di Langkat masih seperti itu itu saja. Apalagi Bupati Langkat sekarang ini saya sebagai masyarakat Langkat tak melihat ada perubahan
Riswan, Stabat
19 Desember 2012 - 19:56:28 WIB

Kalau seperti sekarang ini gaya kepemimpinan Bupati Langkat Ngogesa Setepu, saya sebagai warga Stabat perlu ada perobahan kepemimpinan dalam Pilkada Langkat mendatang.
Yamin Kuala warga Tanjung Pura
19 Desember 2012 - 19:49:31 WIB

sudah lebih empat tahun Bupati langkat Ngogesa Setepu memimpin bumi Melayu, belum ada kami melihar perkembangan pembangunan yang signifikan. Ini terbukti kota Tanjungpura Langkat tidak pernah mendapat perhatian. Bahkan penduduk meskin dan pengangguran semakin meningkat jadi perlu ada perobahan kepemimpinan.
Nilawati
19 Desember 2012 - 19:42:23 WIB

Pak Bupati Langkat saya membaca di beberapa media masa terutama di surat kabar Gala Pos, cukup banyak kritikan miring tentang berita dugaan korupsi dan bagi bagi proyek terhadap kepemimpinan bapak selama empat tahun. Jangan terjadi seperti mantan Bupati Syamsul Arifin pak?
zulkarnain
19 Desember 2012 - 19:31:41 WIB

saya warga Komplek Perumahan Kodam Pantai Buaya Basitang, sebelumnya saya berharap Bupati Langkat Ngogesa Setepu bisa memperhatikan jalan masuk ke Komplek Perumahan Kodam Panyai Buaya yang saat ini rusak parah dan cukup memprihatikan bisa diperbaiki. Namun sudah empat tahun Ngogesa Setepu jadi Bupati Langkat kebijakannya kami lihat sama saja dengan Bupati terdahulu alias setali tiga uang. Tak ada Kemajuan pembangunan di Kabupaten Langkat bahkan selama empat tahun kepemimpinan Bupati Ngogesa Setepu justru belakangan ini merenak isu dugaan korupsi dan bagi bagi proyek apa betul begitu pak Bupati......?
Ahmadsyah
18 Desember 2012 - 16:58:08 WIB

Jayalah Langkatku,,,,,,Bupatiku Tetap H.Ngogesa Sitepu... Bersatu Sekata Berpadu Berjaya.
Hidayat
18 Desember 2012 - 16:37:33 WIB

ada mekanisme perhitungan kerugian keuangan negara, mungkin yang membuat tulisan ini kurang paham. Bupati Langkat, jangan ragu untuk memperbaiki keadaan.Yang penting selalu dekat dengan masyarakat.
Rury Stile
18 Desember 2012 - 16:32:40 WIB

Semakin Tinggi dan Besar Popularitas seseorang maka akan semakin tinggi pula halangan dan rintangan yang menerpa,,,Maju Terus Pak Bupati,,,,Pak Bupati Tetap di Hati,,,,,,
<< First | < Prev | ... 2 | 3 | 4 | 5 | Next > | Last >>
Copyright © 2012 RakyatMedia.com. All rights reserved BR.