ACEHACEH TAMIANGBENCANAUMUM

Pintu Masuk Aceh Tamiang-Sumut dan Aceh Tenggara Disekat, 163 Kenderaan Dipaksa Putar Balik

ACEH TAMIANG, RAKYATMEDIA.COM-Polres Aceh Tamiang mulai menerapkan penyekatan di pintu masuk dari Sumatera Utara, untuk menghentikan kendaraan umum masuk ke wilayah Aceh, Kamis (21/5/2020). Penyekatan ini dilakuakan persis di perbatasan jalur masuk Aceh dan Sumatera Utara, tepatnya di Timbangan Perhubungan Seumadam, dengan melibatkan tim gabungan polisi, Dinas Perhubungan, dan personel dukungan dari Brimob Aramiah.

Seluruh bus umum yang melayani rute perjalanan ke Aceh, dihentikan petugas dan selanjutnya diarahkan putar balik ke Sumatera Utara. Kasat Lantas Polres Aceh Tamiang, Iptu Andrew Agrifina menjelaskan, kebijakan ini berlaku dalam skala nasional untuk mencegah arus mudik. Dalam hal ini fokus kami mencegat setiap kendaraan umum yang mencoba masuk ke Aceh melalui Aceh Tamiang,” kata Andrew.

Andrew menambahkan, penyekatan ini dilakukan 24 jam. Meski begitu dia memastikan, kendaraan yang mengangkut barang, khususnya kebutuhan pokok dan BBM tidak dipersoalkan.“Untuk barang atau BBM tidak masalah. Fokus di sini orang yang ingin melakukan perjalanan mudik,” sambungnya.

Sementara untuk kendaraan pribadi peraturan ini sedikit lunak. Pengendara diperbolehkan masuk ke wilayah Aceh, asal disertai surat keterangan bebas dari Covid-19.“Kendaraan pribadi diperbolehkan, asal pengemudi dan penumpangnya memiliki surat keterangan bebas virus Corona,” tegasnya.

Sejauh ini operasi penyekatan ini berlangsung tanpa hambatan. Umumnya pengemudi yang diarahkan kembali ke Sumatera Utara, tidak menunjukkan reaksi berlebihan.Selain itu, jalur lintas yang biasanya dipadati kendaraan juga sudah telihat sepi dalam dua hari terakhir. Tidak hanya perbatasan Aceh Tamiang-Sumut yang ditutup, perbatasan Aceh Tenggara-Sumut juga diperketat. Setiap kendaraan yang mencoba masuk ke Aceh dihalau agar memutar balik ke Sumut. Sementara kendaraan pribadi, diizinkan masuk jika bisa menunjukkan surat bebas Covid-19 atau Corona.

Petugas Tim Gugus Tugas yang terdiri dari kepolisian perketat pintu masuk perbatasan Aceh Tenggara-Sumatera Utara.

Dikutip dari Serambinews, Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani SIK MH, menyebut total kendaraan yang dipaksa memutar balik oleh petugas sepanjang Kamis (21/5/2020) kemarin mencapai 163 unit dengan jumlah penumpang sebanyak 601 orang. Data tersebut berasal dari seluruh pos perbatasan, mulai dari Aceh Tamiang, Aceh Tenggara (Agara), Subulussalam, dan Aceh Singkil.”Total kendaraan roda empat berjumlah 163 unit. Masing-masing mobil pribadi 82 unit, mobil penumpang 77 unit, dan sepeda motor 4 unit. Semua kendaraan itu telah disuruh balik kembali ke Sumut,” sebut Dirlantas.

Tim gabungan kata Dicky, akan memeriksa setiap kendaraan yang masuk dan menginstruksikan kepada setiap penumpang agar turun untuk dilakukan penyemprotan disinfektan, dan kemudian dilakukan memeriksa suhu tubuh serta wawancara tentang kepergian penumpang selama seminggu terakhir.”Dari hasil pemeriksaan itu, penumpang ODP dinyatakan nihil dan PDP juga nihil,” kata Dicky lebih lanjut.

Sementara itu, pantauan media ini di daerah perbatasan Aceh Tamiang, jalan di pintu masuk ke Aceh, persisnya di seputaran Timbangan Perhubungan Seumadam, terlihat sudah disekat. Penyekatan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan jajaran Polres Aceh Tamiang, Dinas Perhubungan, serta personel dukungan dari Brimob Aramiah.

Seluruh bus yang masuk dihentikan oleh petugas dan selanjutnya diarahkan agar memutar balik ke Sumatera Utara. “Dalam hal ini, fokus kami menyekat setiap kendaraan umum yang mencoba masuk ke Aceh melalui Aceh Tamiang,” kata Kasat Lantas Polres Aceh Tamiang, Iptu Andrew Agrifina, Kamis (21/5/2020).

Penyekatan itu dilakukan selama 24 jam. Kebijakan ini jelasnya, berlaku dalam skala nasional untuk mencegah arus mudik. Karena itu, untuk kendaraan angkutan barang kebutuhan dan bahan bakar minyak (BBM) tetap diizinkan masuk ke Aceh.”Untuk barang atau BBM tidak masalah. Fokus di sini orang yang ingin melakukan perjalanan mudik,” sambungnya. Sedangkan untuk kendaraan pribadi, petugas baru membolehkan masuk ke wilayah Aceh jika pengemudi dan penumpang di dalamnya bisa memperlihatkam surat keterangan bebas Covid-19.

Sejauh ini, kata Andrew, operasi penyekatan berlangsung tanpa hambatan. Umumnya pengemudi yang diarahkan kembali ke Sumut tidak menunjukan reaksi berlebihan. Selain itu, jalur lintas yang biasanya dipadati kendaraan juga sudah telihat sepi dalam dua hari terakhir. Penjagaan ketat juga dilakukan di pintu perbatasan Aceh Tenggara (Agara)-Sumut dan Agara-Gayo Lues (Galus). Aparat kepolisian mulai berjaga di pos perbatasan sejak Kamis (21/5/2020) pukul 00.00 WIB.

“Hanya boleh masuk kendaraan angkutan BBM dan mobil barang. Untuk pejabat perjalanan dinas, boleh ke luar-masuk jika miliki surat keterangan bebas Corona,” tegas Kapolres Agara, AKBP Wanito Eko Sulistiyo SH SIK didampingi Kasat Lantas, AKP Ferdi Dakio SIK.

Untuk melakukan pengawasan ini, Kabag Ops Polres Agara, AKP Yasir, menyebutkan, sebanyak 150 personel dikerahkan, yang terdiri dari unsur Polisi, TNI, Satpol PP, Dinkes, BPBD Kutacane dan Dinas Perhubungan. Sebagaimana diketahui, terhitung mulai Kamis (21/5/2020), seluruh kendaraan atau angkutan umum dari Sumatera Utara (Sumut) tak boleh masuk ke Aceh. Larangan tersebut juga berlaku untuk kendaraan pribadi, kecuali bisa menunjukkan surat bebas Covid-19 atau Corona.

Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani menjelaskan, keputusan tersebut diambil pihaknya bersama Kapolda Aceh usai mengikuti rapat secara daring bersama Menkopolhukam, Menko Maritim, dan Kasatgas Penanggulangan Covid-19, Doni Monardo, Selasa (19/5/2020). Pelarangan itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, mengingat Aceh saat ini masih berstatus zona hijau.

Sedangkan untuk kendaraan umum lintas kabupaten/kota, masih tetap diizinkan beroperasi. Tetapi syaratnya, sopir dan semua penumpang wajib menggunakan masker. Nantinya setiap kendaraan yang melintas akan diperiksa di setiap check point.

“Di setiap check point akan dicek suhu tubuh oleh petugas medis dari Puskesmas. Di tiap terminal akan dicek penumpang yang akan berangkat,” tutup Kombes Dicky Sondani.

 Sumber : Serambinews

Pengirim : Sofyan wartawan RM Aceh Tamiang

Editor : Iskandar

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button