INTERNASIONALTKIUMUM

Pemerintah Malaysia Deportasi 2.000 TKI Ilegal ke Indonesia

KUALA LUMPUR, RAKYATMEDIA.COM-Pemerintah Malaysia pulangkan lebih dari 2.000 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilagal asal Indonesia dengan tiga penerbangan ke Jakarta, Medan dan Surabaya, dalam keterangan Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob.

Dikutip dari Tempo.com, pemulangan fase repatriasi pertama sebanyak 2.189 orang, sementara fase kedua untuk memulangkan 2.623 pekerja ilegal akan dimulai ketika dokumen sudah lengkap. “Akan ada tiga penerbangan ke Jakarta, Medan dan Surabaya. Kami akan mengirim 2.189 orang Indonesia pada tahap pertama. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Konsulat Indonesia di sini atas kerja samanya,” kata Menteri Senior Malaysia ini dalam keterangannya pada briefing penanganan Covid-19.

Untuk pemulangan tahap pertama terdiri dari 450 orang akan dikirim dalam tiga penerbangan ke Jakarta, Medan dan Surabaya, diikuti oleh 445 lainnya ke Jakarta, Medan dan Surabaya pada 10 Juni dan 1.294 lebih untuk deportasi pada 22 Juni. Ismail Sabri mengatakan tahap pertama deportasi juga akan melibatkan 672 ilegal yang ditahan di depot Sabah.

Adapun fase kedua, total 2.623 ilegal akan dideportasi dalam dua bulan ke depan, katanya.”Untuk tahap kedua, kami akan mengirim 2.623 orang Indonesia segera setelah mereka menerima dokumennya,” ujarnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Ismail Sabri juga berterima kasih kepada Cina karena menyetuji pemulangan 500 warganya yang tertangkap tinggal melebihi batas tanpa izin resmi.

ementara itu, mengenai situasi di perbatasan, Ismail Sabri mengatakan pemerintah Malaysia baru-baru ini menahan 72 orang asing dan dua awak kapal setelah mereka mencoba memasuki negara itu dengan menggunakan jalur laut ilegal. Dalam kesempatan itu, juga ditangkap 11 penyelundup manusia, sementara 12 speedboat disita.”Selain penangkapan, kami juga menghentikan 132 imigran tidak berdokumen memasuki negara itu menggunakan rute laut,” tambahnya.(rm/red).

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button