BinjaiHUKUMKORUPSISUMATERA UTARA

Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Alat Peraga SD Disdik Binjai Tahun 2011 di Kejari Binjai Tak Jelas Proses Hukumnya?

BINJAI, RAKYATMEDIA.COM-Kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Negri, Khususnya di Kejaksaan Negri Binjai saat ini mengalami krisis kepercayaan yang konon tidak percaya lagi dalam menjalankan penegakan hukum untuk penaganan kasus tindak pidana korupsi.

Seperti yang telah diketahui public kalau kasus perkara tindak pidana Korupsi pengadaan alat peraga sekolah dasar (SD) se-kota Binjai Tahun 2011 bersumber anggaran Dana Alokasi Khusus dengan pagu sebesar Rp 1,2 miliar yang melibatkan 11 Orang tersangkanya hingga kini perkara tersebut masih jalan ditempat dan tak jelas kelanjutan perkaranya.

Data yang diperoleh Rakyatmedia.com dari hasil lidik dan penyelidikan sampai pengumpulan bukti-bukti dan keterangan pihak penyidik Kejaksaan Negri Binjai, bahwa 11 tersangka yang sudah diperiksa dan keseluruhanya ditetapkan bersetatus tersangka.

Dari ke-11 orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus perkara tindak pidana Korupsi pengadaan alat peraga sekolah dasar (SD) se-kota Binjai Tahun 2011 oleh pihak penyidik Kejari Binjai diantaranya  Ismail Ginting, Bagus Bangun, Dodi Asmara, Joni Maruli,  Arapenta Bangun, Hendra Sihotang, Olivia Agustina, Erinal Nasution, Rosmiani, Rahmat Soleh, Rizal.

Namun dalam perkara tersebut, penyidik hanya mengorbankan 2 tersangka yakni Bagus Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan seorang rekanan pelaksana pengadaan barang Direktur CV Aida Cahaya Lestari Dodi Asmara dan sudah di Vonis oleh majelis Hakim Tipikor Medan yang konon keduanya telah menjalani hukuman sesuai putusan.

Sementara itu, ke 9 Orang bersetatus tersangka itu hingga kini tidak jelas kelanjutan penegakan hukum oleh pihak penyidik Kejaksaan Negri Binjai dan bahkan keseluruhanya yang tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemko Binjai masih aktif bekerja dan menghirup udara segar terkesan kebal hukum.

Hilangnya kepercaya public dalam penaganan kasus tindak pidana Korupsi pengadaan alat peraga sekolah dasar (SD) se-kota Binjai Tahun 2011 yang ditangani penyidik Kejaksaan Negri Binjai hingga kini mangkrak menjadi momok, dan tidak tertutup kemungkinan penaganan kasus yang hingga kini tidak jelas terindikasih adanya dugaan praktek kolusi, korupsi, dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa yang memegang perkara tersebut.

Sehingga hingga sampai saat ini siapa pun yang menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negri di Kota Binjai terkesan impoten alias mandul untuk menjerat ke 9 orang tersangka dan melanjutkan perkara tindak pidana Korupsi pengadaan alat peraga sekolah dasar (SD) se-kota Binjai Tahun 2011 hingga dipengadilan.

“Mangkraknya kasus perkara tersebut kita  menduga adanya praktik permainan kotor pada pihak penyidik yang kerab terjadi saat proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga eksekusi suatu perkara, bahkan sampai pengalihan tahanan, penggelapan dan penghentian perkara serta pengalihan dari perkara pidana menjadi perkara perdata, penghilangan barang bukti, negosiasi dakwaan dan tuntutan, dan penundaan eksekusi merupakan pola yang umum dilakukan oleh oknum jaksa yang tidak bertanggung jawab dalam menagani perkara,”Kata A Budiarto P,SH selaku pengamat Hukum saat ditemui Medan Pos Selasa (21/7/2020) di Binjai.

Kita berharap kiranya penaganan kasus perkara tindak pidana Korupsi pengadaan alat peraga sekolah dasar (SD) se-kota Binjai Tahun 2011 di bongkar kembali demi memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan, dan berharap kiranya Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan dan Komisi Kejaksaan pro aktif melakukan pengawasan dan peninjauan kembali terkait kinerja jaksa yang menagani perkara tersebut.

Mangkraknya kasus perkara ini hingga kini tidak jelasa status perkaranya disinyalir ada praktek mafia peradilan, dan ini butuh perhatian serius kepada bidang pengawasan dan bidang pidana khusus di lingkungan Kejaksaan, demi tegaknya supermasi hukum dalam pembrantasan Korupsi,”Ujar Budiarto.

Sementara itu 11 Orang dan seorang tersangka diantaranya Ismail Ginting Yakni Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai yang tersandung dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi saat itu  menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan yang juga merangkap jabatan Sekretaris Disdik Kota Binjai dikabarkan sangat dekat dengan pihak Kejaksaan Negri Binjai, terlihat kenyataan kalau perkaranya mangkrak hingga sampai saat, dan terkesan ke 9 orang Tersangka kebal Hukum.

Laporan : Supriadi MY Wartawan RM Sumut

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button