Hendarto aktif di Media Putra Bhayangkara, D Krisna aktif di SKU Buser Indonesia,
JAWA BARATMajalengkaUMUM

Hak Jawab Kades Mekarmulya, Menurut Hendarto dan D Krisna, Itu Hanya Akal-akalan Orang Yang Sudah Terpojok

0views

MAJALENGKA, RAKYAT MEDIA.COM- Berawal dari niat sejumlah awak media untuk menjalankan haknya yang telah termaktub dalam Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers pasal 4 ayat 3 “Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan ide” dan peranan pers yang tertulis di Pasal 6 huruf (a) “Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui”.

Walaupun sifatnya hanya menanyakan kebenaran atas informasi yang beredar di tengah-tengah masyarakat supaya pemberitaan tidak subjektif, atau supaya informasi yang disuguhkan ke masyarakat itu tepat, akurat, benar dan berimbang. Maka seorang wartawan harus mampu mengonfirmasi kedua belah pihak. Akan tetapi, para awak media dalam menjalankan hak dan peranannya itu tidaklah selalu mudah.

Seperti halnya yang telah terjadi kepada keempat awak media yang bernama, Hendarto aktif di Media Putra Bhayangkara, D Krisna aktif di SKU Buser Indonesia, Irman Casiman dan Wawan yang aktif di SKM Buser. Keempat awak media itu datang ke Kantor Desa Mekarmulya bermaksud untuk melakukan konfirmasi terkait dugaan pungli yang telah dilakukan oleh para ketua RT kepada masyarakat penerima BLT dana Covid-19. Akan tetapi baru saja para awak media mau melakukan konfirmasi,  Kades Mekarmulya malah cenderung berbicara tentang sifat kearoganan nya sampai mengeluarkan nada ancaman. karena dampak dari perkataan sang Kepala Desa Mekarmulya itu, menjadi viral dalam beberapa pemberitaan mengenai, “Tidak Mau Dikonfirmasi, Kades Mekarmulya Diduga Ancam Bunuh Wartawan Lewat Santet Atau Fisik”.

BERITA LAINNYA  Persekutuan Doa BP Batam Bagikan Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

Hal ini terjadi berdasarkan ancaman pembunuhan diduga dilakukan oleh kades Mekarmulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka Oom Tarkam kepada awak media. Menyikapi hak jawab yang dilontarkan oleh kades Mekarmulya melalui beberapa media, Hendarto dan D Krisna menjelaskan hak jawab kades Mekarmulya hanya akal-akalan orang yang sudah terpojok.”Ibarat orang yang jatuh kejurang, rumputpun akan dijadikan pegangan, walaupun menurut akal rumput tidak mungkin bisa dijadikan pegangan.

Begitupun dengan kades Mekarmulya sudah jelas-jelas mengancam masih juga mengelak, dengan alasan seperti omongan seorang anak kecil yang tidak masuk akal, masa bilang akan membunuh dianggap cuma guyonan?” Tutur Hendarto.”Jika kades Mekarmulya bersih, tidak usah risih dengan kedatangan wartawan, kalau ada wartawan yang datang tinggal layani dan tanya baik baik apa maksud kedatangannya? Tidak usah sampai mengancam ngancam segala, berarti kenapa, ada apa dengan kades Mekarmulya?

BERITA LAINNYA  Darwis.Ak Ketua DPC AWNI Berharap SKPD Bengkalis Memperhatikan Nasib Wartawan Media Cetak,.

Jadi silahkan kades Mekarmulya mau bicara apa saja dari A sampai Z, itu hak dia seperti yang diuraikan dalam berita hak jawab. Kami mempublikasikan hak jawab kades Mekarmulya, itulah bukti bahwa kami mentaati kode etik pers karena hak jawab itu wajib untuk diberitakan, bukan berarti kami menyerahkan dan kalah,” sambungnya.

“Tenang saja kami berempat mempunyai bukti rekaman videonya dan nanti dalam persidangan bisa dibuktikan,” jelas Hendarto dan Krisna. Selasa (15/9/2020).

“Jadi kalau kami disebutkan tidak konfirmasi secara terarah fokus ke permasalahan BLT, kami jawab iya betul. Dikarenakan kami mengutamakan keselamatan diri, kami tidak mau mati konyol. karena, sudah jelas Kades Mekarmulya tidak mau dikonfirmasi malah cenderung berbicara tentang sifat ke arogansian dia sampai mengeluarkan nada ancaman,” tambahnya.

“Awal datang rekan saya Irman Casiman bicara “Ini rekan saya mau konfirmasi ada temuan”. Kades Mekarmulya langsung jawab dengan nada lantang “Kalau datang kesini jangan bilang ada temuan, jangan bawa masalah, sebab saya akan berikan masalah lagi. Harusnya datang kesini silaturahmi saja,” dan kemudian dilanjutkan dengan kata kata ancaman “Tapi sikap saya tergantung sikap tamu yang datang, kalau tamu datang secara baik saya balas dengan kebaikan tapi kalau datang membawa masalah dan mau bikin ricuh disini, saya tidak akan tinggal diam dan pantang untuk menghindar maehan nyawa hiji moal matak hanyir (Membunuh satu orang tidak akan ketahuan) mau pakai cara halus dengan santet atau mau bunuh langsung dengan tangan, bagi saya hal itu sangatlah gampang karena dulu sebelum jadi kades saya sudah biasa, coba tanya banyak rekan saya anggota organisasi ataupun preman, mereka semuanya tau sifat saya”. Menirukan dan mengulas kata-kata Oom. Mensiasati situasi seperti ini, kami menyimpulkan lebih baik tidak melakukan konfirmasi secara resmi mending cari aman saja dan pulang dengan selamat,” pungkas Hendarto dan Krisna.

BERITA LAINNYA  300 Peserta Mengikuti Latihan Peningkatan Kemampuan Tugas Polri di SPN Polda Jabar

Wartawan berfungsi dan berhak untuk mencari bahan berita, mengumpulkan, dan setelah menjadi berita kemudian, pemberitaan tersebut disebar luaskan melalui akses media yang ada, yang tugas fungsinya telah ada dan diatur dalam Undang-Undang RI No 40 Tahun 1999 tentang PERS.

Laporan: Heri firmansyah/Rakyat Media Majlengka

Leave a Response