3 tersangka insial DA alias Dede (26) dan SA alias Surya (35) bersama RW alias Yuni (57) warga penduduk Pasar VI, Lingkungan V, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Hinai.
KRIMINALLangkatSUMATERA UTARA

Penyidik Polsek Hinai Akan Serahkan 3 Orang Pelaku Penganiayaan dan Pengeroyokan Pada JPU Kejari Stabat

171views

LANGKAT, RAKYATMEDIA.COM- Kasus perkara tindak pidan murni atas penganiayaan secara bersama-sama dengan pengeroyokan kepada korban Selamat (57) dan istrinya Sukini (49) Warga Kab Langkat yang perkaranya ditangani oleh penyidi Mapolsek Hinai Polres Langkat akan segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negri Stabat.

Mapolsek Hinai menjadwalkan pelimpahan perkara untuk Tahap II akan menyerahkan 3 orang tersangka masing-masing insial DA alias Dede (26) dan SA alias Surya (35) bersama RW alias Yuni (57) warga penduduk Pasar VI, Lingkungan V, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat bersama barang bukti (BB) pada hari Selasa Tanggal 29 September 2020 mendatang.

Hal tersebut dijelaskan AKP Adi Alfian.SH selaku Kapolsek Hinai kepada Rakyat Media.com melalui WhatsAPP telepon selulernya sabtu (26/09) Sekira Pukul Pukul 13.57.Wib yang menjawab ,”Kasus perkara tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh 3 orang tersangka pelaku berisial DA alias Dede dan SA alias Surya bersama RW alias Yuni sudah masuk tahap II, “Jelasnya.

Diterangkan Kapolsek Hinai lagi ,”Kita pastikan untuk tahap II ini akan menyerakan berkas perkara bersama tersangka dan barang buktinya kepada Jaksa Penuntut Umum dan hasil penyidikan itu sudah Lengkap dan sudah di anggap selesai,” Terang kapolsek Hinai singkat. Sedangkan kasus perkara tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama itu terjadi pada Tanggal 04 Agustus 2020 lalu, dan korban Selamat bersama Istrinya Sakini telah membuat laporan pengaduan di Mapolsek Hinai Polres Langkat pada bulan Agustus lalu sesuai tanda bukti  LP/36/VIII/2020/SU/Res/LKT/Sek Hinai Tanggal 05 Agustus 2020.

BERITA LAINNYA  Sat Reskrim Polres Majalengka Bekuk Komplotan Pembobol Baterai Tower Indosat dan Tri

Kejadian penganiayaan secara bersama-sama yang dilakukan oleh pelaku DA alias Dede dan SA alias Surya bersama RW alias Yuni merupakan tindakan berutal  kepada korbanya Selamat dan Sukini terjadi pada Tanggal 04 Agustus 2020 lalu  dilakukan didepan umum. Selamat bersama istrinya Sukini dibulan Agustus 2020 telah membuat laporan atas kejadian perkara tersebut sesuai tanda bukti  LP/36/VIII/2020/SU/Res/LKT/Sek Hinai Tanggal 05 Agustus 2020, dan dari lidik dan penyidikan, penyidik (Juru periksa-red) telah mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari sejumlah saksi-saksi hingga menetapkan para pelakunya bersetatus tersangka menetapkan pelaku dengan Pasal 170 Jo Pasal 351 ayat 1KUHPidana, namun tidak melakukan penahaan sedetik pun kepada para pelaku yang bersetatus tersangka.

Proses lidik dan penyelidikan serta bukti-bukti keterangan, dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tahap 2 dijelaskan kalau bahwa laporan pengaduan korban Selamat bersama istrinya Sakini ditemukan bukti-bukti permulaan yang cukup bahwa telah terjadi tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama, hingga kini 3 pelaku nya masih bebas berkeliaran.

BERITA LAINNYA  Oknum Wartawan Ditangkap Polres Tulang Bawang Diduga Melakukan Pemerasa

Penjelasan Kapolsek Hinai AKP Adi Alfian.SH sebelumnya juga mengakui bahwa tidak ditahan nya para tersangka bukan berdasarkan penagguhan penahanan, dikarnakan para pelaku DA alias Dede dan SA alias Surya bersama RW alias Yuni telah mengajukan surat permohonan bersama penyerahan BPKB dan Sepedamotor milik tersangka. AKP Adi Alfian.SH berdalih dalam penilaian nya kalau para pelaku Koperaktif selama penyelidikan, dan menurut Kapolsek Hinai bahwa tidak ditahan nya para pelaku itu juga merupakan kebijakan dari penyidik dengan alasan-alasan tertentu.

Menanggapi kasus perkara tersebut, Imanuel Sembiring, SH selaku Keluarga korban saat di temui Medan Pos Minggu (27/09) mengatakan ,”bahwa kasus tindak pidana pengeroyokan secara bersama-sama ini dilakukan oleh 3 Orang tersangka kepada Pak Selamat bersama istrinya Sakini merupakan tindak pidana murni kejahatan kriminal, namun penyidik sama sekali tidak menahan para pelaku, Kata Imanuel.

Ditambahkan nya lagi ,”Dari hasil lidik dan penyelidikan serta bukti-bukti keterangan yang diperoleh penyidik Mapolsek Hinai Polres langkat sudah Lengkap dan sudah di anggap selesai, maka penyidik wajib menyerahkan tanggung jawab kasus perkara tersebut kepada JPU yang menagani perkara dan menyerahkan para tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum.“Sesuai UU No.6 Tahun 2004 Pasal 30 ayat 1 huruf e, kita berharap Jaksa Penyuntut Umum yang memegang perkara ini untuk melakukan pemeriksaan tambahan dan mengamati berita acara pemeriksaan guna memastikan proses penyelesaian penanganan berkas perkara yang kami nilai kuat dugaan BAP dilemahkan oleh penyidik.

BERITA LAINNYA  GALERI FOTO : Bupati Langkat Hadiri Paripurna Hasil Reses, Judul Ranperda dan Pembentukan Perda 2021

Sebebab dalam mekanisme Tahap II, Jaksa yang ditunjuk untuk menangani suatu perkara boleh melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka dan barang bukti untuk dicocokkan dengan BAP kepolisian atau penyidik. Dalam perkara ini, Kita meragukan penyidikan Kepolisian Mapolsek Hinai Polres Langkat yang terkesan sengaja memperlambat proses lidik dan penyelidikan yang selama ini dalam kenyataan nya penyidik sama sekali tidak menahan para tersangka nya, padahal kasus tersebut merupakan perkara tindak pidana yang berutal dengan main hakim sendiri menganiaya orang lain, dan Kita berharap JPU dalam tahap II segera menahan para tersangka tersebut,” Pinta Imanuel Sembiring,SH.

Laporan Supriadi MY Kepala Perwakilan Rakyat Media.com Sumatera Utara

 

 

Leave a Response

error: Berita ini dilindungi Undang-undang.