Ketua LP3 Gunawan atau akrab disapa Kang Papau, didampingi Kang Peri Setiaji Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Majalengka.
JAWA BARATMajalengkaPELAYANAN

BURUKNYA KINERJA PELAYANAN PUBLIK DI KAB MAJALENGKA, LP3 MENANTANG DEBAT TERBUKA

1.1kviews

MAJALENGKA, RAKYAT MEDIA.COM- Lembaga Pengawas Pelayanan Informasi Publik (LP3) DPP Jawa Barat yang di Ketuai oleh Gunawan atau akrab disapa Kang Papau, didampingi Kang Peri Setiaji sebagai Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Majalengka, bersama awak media mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka. Senin (28/9/2020).

Maksud dan tujuan dari datangnya jajaran LP3 ke Dinas PUTR adalah untuk mempertanyakan, mengklarifikasi tentang proyek-proyek PUTRΒ  yangΒ  ada di Majalengka, diduga banyak problem di dalamnya yang bisa menyebabkan kerugian keuangan negara. Masyarakat juga bisa dirugikan sebagai penerima manfaat dari proyek-proyek tersebut.

DPP LP3 Jawa Barat dan DPK Kabupaten Majalengka yang mendatangi dinas PUTR sangat menyayangkan atas sikap Kadis PUTRΒ  H. Agus Tamim, S.T, M.Si, dan jajarannya yang dalam pandangan LP3, belum menjadi pelayan publik yang baik sesuai dengan UU pelayanan publik dan UU keterbukaan informasi publik. LP3 sangat menyayangkan dengan tidak responsif sikap Kadis dan jajarannya, alasan Kadis PUTR mau menghadap Wabub. Padahal menurut Kang Peri, walau sebentar memberi waktu kepada LP3 itu lebih di hargai.”Alasannya, Kadis mau menghadap Wakil Bupati, mau Wabup maupun Wagub bahkan Wapres, buat kami mereka juga pelayan, penyelenggara publik, Wagub pun turun ketika saya laporkan tentang pelanggaran galian C di Sumedang”. Ucap Kang Peri Setiaji tegas.

Diwaktu yang sama, Kang Papau selaku Ketuatua LP3 DPP Jawa Barat yang asli kelahiran Limbangan Garut, yang juga menjadi penasehat Kelembagaan, Ormas, OKP di Jawa Barat mulai dari Asgar Nusantara, Nanjerkeun Agama Garap Amal Urang Kabeh Mawa Amanah (NAGA SUKMA), LPKSM Aljabbar Kabupaten Sumedangmedang, Ketua FPU Jawa Barat, Ketua Jagaseke/Jaga Mata Air Tatar Sunda, Komunitas Mantan Nara Pidana Garuda Utama (KOMANAGA). Mengatakan, buat kami segala permasalahan harus tuntas.”Kami berprinsip, buat kami tidak gentar untuk menyelesaikan kasus atau permasalahan, buat kamiΒ  seluruh instansi publik, badan publik, penyelenggara publik, mereka semua tak ubahnya sebagai pengabdi, pengayom, masyarakat. Wajib terbuka wajib transparan,” kata Kang Papau

BERITA LAINNYA  GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19 KABUPATEN GARUT

Salah satu proyek yang dinilai bermasalah oleh LP3, adalah proyek pembuatan sandaran irigasi di Desa Ci Denok Kecamatan Sumber Jaya Kabupaten Majalengka. Dari hasil investigasi LP3 dan Organisasi-organisasi ke masyarakatan yang mendukung terhadap tranparansi publik lainnya, menemukan pengerjaan sandaran irigasi yang tidak sesuai dengan peraturan dan syarat-syarat pelaksanaan suatu pekerjaan bangunan atau proyek (Bestek).

Tim investigasi LP3 DPK Majalengka merasa terkejut setelah melihat pembuatan senderan tersebut, dimana bagian tengah untuk mengikat batu yang telah disusun, bukannya menggunakan adukan pasir dan semen, akan tetapi malah menggunakan tanah.”Jadi kalau tidak dihentikan, maka cuma bagian depannya saja yang menggunakan adukan pasir dan semen. Hal ini jelas pelanggaran, karena akan menyebabkan kualitas dari senderan tersebut pasti jelek, dan akan mudah hancur,” kata Kang Papau.

“Pantesan banyak bangunan senderan-senderan yang pada bocor dan mudah hancur, karena luarnya saja yang berwarna hijau pakai semen. Sementara dalamnya cuma tumpukan batu dan tanah, ah kacau”. Sambung Kang Papau sambil geleng-geleng kepala.”Pantesan banyak bangunan-bangunan senderan irigasi yang baru diresmikan sudah rusak lagi bahkan hancur”. Tambahnya lagi.

BERITA LAINNYA  Kepala Sekolah SDN 3 Majasari Menolak Dikonfirmasi Wartawan RM Terkait Bantuan DAK.

Selain itu, Kang Peri Setiaji menambahkan. Banyak masalah lainnya yang mengakibatkan masyarakat bingung. Contoh kecilnya, dipapan proyek tidak ada volumenya, hari kerja dan tidak adanya besaran anggaran yang seharusnya tertulis jelas dipapan informasi proyek. Dalam hal ini yang bertindak sebagai pelaksana proyek tersebut, sesuai dengan yang tertulis dipapan informasi adalah P3A MITRA CAI UNGGUL JAYA.”Itu jelas pelanggaran, kami (LP3) berdiri berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, dan UU nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik.” Tegasnya.

“Makanya setelah mendapatkan hasil investigasi kami langsung menghubungi saudari (YK), yang katanya bertindak sebagai koordinator proyek-proyek senderan Kabupaten Majalengka, bukannya mendapatkan informasi yang jelas dan memuaskan, tetapi sampai saat ini malah nomer yang dihubungi tidak aktif terus, padahal dia koordinator lhoo”. Sambungnya dengan nada kesal.

Tidak cukup disitu, LP3 Jawa Barat beserta DPK Majalengka mendatangi Desa untuk ngonfirmasi. Pihak Desa mengatakan, sebelum mengerjakan proyek tembusan ke Desa memang ada, bahwa akan ada pembuatan senderan. Akan tetapi Desapun tidak terlalu jelas memberi informasi soal anggarannya, karena pengakuannya, Desa tidak diajak berdialog.

Selain masalah pembangunan senderan, LP3 juga mempertanyakan, dan menggali informasi tentang pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi jalan Cicalung sampai Sindang yang pelaksanaan pekerjaannya di laksanakan oleh PT. Quantum Inti Utama. Yang diduga juga ada pelanggaran dan diduga ada kerugian negara dan masyarakat.

BERITA LAINNYA  Video Viral di Media Sosial Tentang Kendaraan Kijang Yang Menghalangi Perjalanan Ambulance di Kab. Garut Ternyata HOAX

Mulai dari masalah tanah masyarakat yang belum dibebaskan, teknik dan cara pembangunan yang salah. Bukti dan berkas telah kami serahkan kepada pihak PUTR. “Saya menghimbau dan memperingatkan kepada penyelenggara negara, untuk benar-benar dalam menjalankan tugasnya, dan kepada pengusaha jangan hanya mengejar untungnya saja, laksanakanlah pembangunan-pembangunan apapun bentuknya harus benar, dan masyarakatpun harus berani menindak, melaporkan.” Ucap Papau geram.

“Jaman sekarang ini jaman terbuka, jaman sekarang ini jaman merdeka, pintu-pintu Polri, pintu KPK, pintu kejagung, pintu ombudsman itu selalu terbuka. Sampai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pintu-pintu nya akan selalu terbuka, tapi kami sebelum melangkah harus klarifikasi, atau tabayun terlebih dahulu, kami juga siap audiensi dg bupati dan jajaran SKPD-SKPD yang ada di Kabupaten Majalengka dan Kabupaten-kabupaten yag lain nya. Tidak ada raja-raja kecil, tidak ada putra dan putri mahkota,tidak ada kolega kolegaan, kalau salah laporkan! Kita ini harus berani “merah” berani, “putih” benar. Berani karena benar,” sambungnya lagi

“Insya Allah, LP3 akan selalu kritis. Kami siap mendampingi masyarakat, π‘€π‘Žπ‘™π‘‘π‘Žπ‘˜π‘’π‘š π‘šπ‘–π‘›π‘˜π‘’π‘š π‘¦π‘Žπ‘‘’π‘’π‘›π‘Ž π‘–π‘™π‘Ž π‘˜π’‰π‘œπ‘’π‘Ÿ π‘€π‘Žπ‘¦π‘Ž’π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘›π‘Ž 𝑏𝑖𝑙 π‘€π‘Ž’π‘Ÿπ‘’π‘“ π‘€π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘› π’‰π‘Žπ‘œπ‘›π‘Ž π‘Žπ‘›π‘–π‘™ π‘šπ‘’π‘›π‘˜π‘Žπ‘Ÿ π‘’π‘™π‘Žπ‘Žπ‘–π‘˜π‘Ž π’‰π‘’π‘šπ‘’π‘™ π‘šπ‘’π‘“π‘™π‘–π’‰π‘’π‘›. itulah tugas kita di dunia ini.” Pungkasnya.

Laporan: Herfir/Rakyat Media Majalengka

Leave a Response

error: Berita ini dilindungi Undang-undang.